header image

Dasar Pelaksanaan Mandatory Training

A. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

  • Pasal  222

(1)  Setiap personel bandar udara wajib memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi.

(2) Personel bandar udara yang terkait langsung dengan pelaksanaan pengoperasian dan/atau pemeliharaan fasilitas bandar udara wajib memiliki lisensi yang sah dan masih berlaku.

(3) Lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh Menteri setelah memenuhi persyaratan:

a.     Administratif;

b.     Sehat jasmani dan rohani;

c.     Memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya; dan

d.     Lulus ujian.

(4)  Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan yang diselenggarakan lembaga yang telah diakreditasi oleh Menteri.

  • Pasal  423

(1)  Personel bandar udara yang mengoperasikan dan/atau memelihara fasilitas bandar udara tanpa memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2)  Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

B. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara

Nomor: SKEP / 04/ I/ 1997 tentang Sertifikat Kecakapan Pemandu Parkir Pesawat Udara, Sertifikat Kecakapan Operator Garbarata dan Sertifikat Kecakapan Operator Peralatan Pelayanan Darat Pesawat Udara.